Jumat, 07 Februari 2014

peningkatan mutu PNS


A. Peningkatan Kualitas Guru
Guru yang memiliki posisi yang sangat penting dan strategi dalam pengembangan potensi yang dimiliki peerta didik. Pada diri gurulah kejayaan dan keselamatan masa depan bangsa dengan penanaman nilai-nilai dasar yang luhur sebagai cita-cita pendidikan nasional dengan membentuk kepribadian sejahtera lahir dan bathin, yang ditempuh melalui pendidikan agama dan pendidikan umum. Oleh karena itu harus mampu mendidik diperbagai hal, agar ia menjadi seorang pendidik yang proposional. Sehingga mampu mendidik peserta didik dalam kreativitas dan kehidupan sehari-harinya. Untuk meningkatkan profesionalisme pendidik dalam pembelajaran, perlu ditingkatkan melalui cara-cara sebagai berikut:
1. Mengikuti Penataran
Menurut para ahli bahwa penataran adalah semua usaha pendidikan dan pengalaman untuk meningkatkan keahlian guru menyelarasikan pengetahuan dan keterampilan mereka sesuai dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang-bidang masing-masing.[16][16] Sedangkan kegiatan penataran itu sendiri di tujukan:
a. Mempertinggi mutu petugas sebagai profesinya masing-masing.
b. Meningkatkan efesiensi kerja menuju arah tercapainya hasil yang optimal.
c. Perkembangan kegairahan kerja dan peningkatan kesejahteraan.[17]
Jadi penataran itu dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja, keahlian dan peningkatan terutama pendidikan untuk menghadapi arus globaliasi.
2. Mengikuti Kursus-Kursus Pendidikan
Hal ini akan menambah wawasan, adapun kursus-kursus biasanya meliputi pendidikan arab dan inggris serta computer.
3. Memperbanyak Membaca
Menjadi guru professional tidak hanya menguasai atau membaca dan hanya berpedoman pada satu atau beberapa buku saja, guru yang berprofesional haruslah banyak membaca berbagai macam buku untuk menambah bahan materi yang akan disampaikan sehingga sebagai pendidik tidak akan kekurangab pengetahuan-pengetahuan dan informasi-informasi yang muncul dan berkembang di dalam mayarakat.
4. Mengadakan Kunjungan Kesekolah Lain (studi komperatif)
Suatu hal yang sangat penting seorang guru mengadakan kunjungan antar sekolah sehingga akan menambah wawasan pengetahuan, bertukar pikiran dan informasi tentang kemajuan sekolah. Ini akan menambah dan melengkapi pengetahuan yang dimilikinya serta mengatai permasalahan-permasalahan dan kekurangan yang terjadi sehingga peningkatan pendidikan akan bisa tercapai dengan cepat.
5. Mengadakan Hubungan Dengan Wali Siswa
Mengadakan pertemuan dengan wali siswa sangatlah penting sekali, karena dengan ini guru dan orang tua akan dapat saling berkomunikasi, mengetahui dan menjaga peserta didik serta bisa mengarahkan pada perbuatan yang positif. Karena jam pendidikan yang diberikan di sekolah lebih sedikit apabila dibandingkan jam pendidikan di dalam keluarga.
B. Peningkatan Materi
Dalam rangka peningkatan pendidikan maka peningkatan materi perlu sekali mendapat perhatian karena dengan lengkapnya meteri yang diberikan tentu akan menambah lebih luas akan pengetahuan. Hal ini akan memungkinkan peserta didik dalam menjalankan dan mengamalkan pengetahuan yang telah diperoleh dengan baik dan benar. Materi yang disampaikan pendidik harus mampu menjabarkan sesuai yang tercantum dalam kurikulum. Pendidik harus menguasai materi dengan ditambah bahan atau sumber lain yang berkaitan dan lebih actual dan hangat. Sehingga peserta didik tertarik dan termotivasi mempelajari pelajaran.
C. Peningkatan dalam Pemakaian Metode
Metode merupakan alat yang dipakai untuk mencapai tujuan, maka sebagai salah satu indicator dalam peningkatan kualitas pendidikan perlu adanya peningkatan dalam pemakaian metode. Yang dimakud dengan peningkatan metode disini, bukanlah menciptakan atau membuat metode baru, akan tetapi bagaimana caranya penerapannya atau penggunaanya yang sesuai dengan materi yang disajikan, sehingga mmperoleh hasil yang memuaskan dalam proses belajar mengajar. Pemakaian metode ini hendaknya bervariasi sesuai dengan materi yang akan disampaikan sehingga peserta didik tidak akan merasa bosan dan jenuh atau monoton. Untuk itulah dalam penyampaian metode pendidik harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1) Selalu berorientasi pada tujuan
2) Tidak hanya terikat pada suatu alternatif saja
3) Mempergunakan berbagai metode sebagai suatu kombinasi, misalnya: metode ceramah dengan tanya jawab.
Jadi usaha tersebut merupakan upaya meningkatkan kualitas pendidikan pada peserta didik diera yang emakin modern.
D. Peningkatan Sarana
Sarana adalah alat atau metode dan teknik yang dipergunakan dalam rangka meningkatkan efektivitas komunikasi dan interaksi edukatif antara pendidik dan peserta didik dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.[18] Dari segi sarana tersebut perlu diperhatikan adanya usaha meningkatkan sebagai berikut:
1) Mengerti secara mendalam tentang fungsi atau kegunaan media pendidikan
2) Mengerti pengunaan media pendidikan secara tepat dalam interaksi belaja mengajar
3) Pembuatan media harus sederhana dan mudah
4) Memilih media yang tepat sesuai dengan tujuan dan isi materi yang akan diajarkan.
Semua sekolah meliputi peralatan dan perlengkapan tentang sarana dan prasarana, ini dijelaskan dalam buku “Admitrasi Pendidikan” yang disusun oleh Tim Dosen IP IKIP Malang menjelaskan: sarana sekolah meliputi semua peralatan serta perlengkapan yang langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah, contoh: gedung sekolah (school building), ruangan meja, kursi, alat peraga, dan lain-lainnya. Sedangkan prasarana merupakan semua komponen yang secara tidak langung menunjang jalannya proses belajar mngajar atau pendidikan di sekolah, sebagai contoh: jalan menuju sekolah, halaman sekolah, tata tertib sekolah dan semuanya yang berkenaan dengan sekolah.[19]
E. Peningkatan Kualitas Belajar
Dalam setiap proses belajar mengajar yang dialami peserta didik selamanya lancar seperti yang diharapkan, kadang-kadang mengalami kesulitan atau hambatan dalam belajar. Kendala tersebut perlu diatasi dengan berbagai usaha sebagai berikut:
1) Memberi Rangsangan
Minat belajar seseorang berhubungan dengan perasaan seseorang. Pendidikan harus menggunakan metode yang sesuai sehingga merangsang minat untuk belajar dan mempelajari baik dari segi bahasa maupun mimic dari wajah dengan memvariasikan setiap metode yang dipakai. Dari sini menimbulkan yang namanya cinta terhadap bidang studi, sebab pendidik mampu memberikan ransangan terhadap peserta didik untuk belajar, karena yang disajikan benar-benar mengenai atau mengarah pada diri peserta didik yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya setelah peserta didik terangsang terhadap pendidikan maka pendidik tinggal memberikan motivasi secara kontinew. Oleh karena itu pendidik atau lembaga tinggal memberikan atau menyediakan sarana dan prasarana saja, sehingga peserta didik dapat menerima pengalaman yang dapat menyenangkan hati para peserta didik sehingga menjadikan peserta didik belajar semangat.
2) Memberikan Motivasi Belajar
Motivasi adalah sebagai pendorong peserta didik yang berguna untuk menumbuhkan dan menggerakkan bakat peserta didik secara integral dalam dunia belajar, yaitu dengan diambil dari sisitem nilai hidup peserta didik dan ditujukan kepada penjelasan tugas-tugas.
Motivasi merupakan daya penggerak yang besar dalam proses belajar mengajar, motivasi yang diberikan kepada peserta didik dapat berupa:
a. Memberikan penghargaan.
Usaha-usaha meyenangkan yang diberikan kepada peserta didik yang berprestasi yang bagus, baik berupa kata-kata, benda, simbul atau berupa angka (nilai). Penghargaan ini bertujuan agar peserta didik selalu termotivasi untuk lebih giat belajar dan mampu bersaing dengan teman-temannya secara sehat, karena dengan itu pendidik akan mudah meningkatkan kualita pendidikan.
b. Memberikan hukuman.
Pemberian hukuman ini bersifat mendidik artinya bentuk hukuman itu sendiri berkaitan dengan pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki kesalahan.
c. Mengadakan kompetisi dan lomba.
Pengadaan ini dipergunakan untuk meningkatkan prestasi peserta didik untuk membantu peserta didik dalam pembentukan mental yang tangguh selain pembentukan pengetahuan.untuk membantu proses pengajaran yang selalu dimulai dari hal-hal yang nyata bagi siswa.
Demikian bagaimana cara meningkatkan kualitas pendidikan, semoga dengan beberapa point diatas pendidikan di Indonesia akan lebih baik.

Kamis, 30 Mei 2013

RESONANSI



Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena ada benda lain yang bergetar dan memiliki frekuensi yang sama atau kelipatan bilangan bulat dari frekuensi itu. Resonansi sangat penting di dalam dunia musik. Dawai tidak dapat menghasilkan nada yang nyaring tanpa adanya kotak resonansi. Pada gitar terdapat kotak atau ruang udara tempat udara ikut bergetar apabila senar gitar dipetik. Udara di dalam kotak ini bergerak dengan frekuensi yang sama dengan yang dihasilkan oleh senar gitar, peristiwa ini disebut dengan resonansi, resonansi menghasilkan pola gelombang stasioner yang terdiri atas perut dan simpul gelombang dengan panjang gelombang tertentu. Pada saat gelombang berdiri terjadi pada senar maka senar akan bergetar pada tempatnya. Pada saat frekuensinya sama denga frekuensi resonansi, hanya diperlukan sedikit usaha untuk menghasilakan amplitudio besar. Hal inilah yang terjadi pada senar yang dipetik.
 Udara yang mengisi tabung gamelan juga akan ikut bergetar jika lempengan logam pada gamelan tersebut dipukul. Tanpa adanya tabung kolom udara di bawah lempengan logamnya, Anda tidak dapat mendengar nyaringnya bunyi gamelan tersebut. Resonansi juga dipahami untuk mengukur kecepatan perambatan bunyi di udara.
Contoh lain peristiwa resonansi adalah pada pipa organa. Pipa organa merupakan semua pipa yang berongga di dalamnya, bahkan Anda dapat membuatnya dari pipa paralon.
Pipa organa ini ada dua jenis yaitu:
·         pipa organa terbuka berarti kedua ujungnya terbuka . nada dasar pipa organa terbuka bersesuaian dengan pola sebuah perut pada bagian ujung dan sebuah simpul pada bagian tengahnya.
·         pipa organa tertutup berarti salah satu ujungnya tertutup dan ujung lain terbuka. Kedua jenis pipa ini memiliki pola gelombang yang berbeda.
 

Selasa, 28 Mei 2013

BAYANGAN OLEH LENSA CEMBUNG



PERCOBAAN 3
BAYANGAN OLEH LENSA CEMBUNG

  1. TUJUAN
Menyelidiki sifat bayangan yang dibentuk  oleh lensa cembung
  1. ALAT DAN BAHAN

Nama Alat / Bahan
Jumlah
Meja Optik
1
Rel presisi
2
Pemegang slide diafragma
1
Bola lampu 12 V, 18 W
1
Diafragma panah 1 celah
1
Tumpukan Penjepit
4
Lensa f=100 mm
1
Lensa f = 300 mm
1
Catu-Daya
1
Kabel penghubung merah
1
Kabel penghubung hitam
1
Tempat lampu bertangkai
1
Penyambung rel
1
Kaki rel
2
Mistar 30 cm
1
Busur derajat
1


  1. DASAR TEORI
LENSA
Lensa adalah suatu benda bening yang dibatasi dua bidang lengkung atau satu bidang lengkung dan satu bidang datar. Berdasrkan kelengkungannya lensa dibedakan menjadi 2 macam yaitu : lensa Cembung dan lensa Cekung





Pembentukan bayangan karena pembiasan
            P = Pusat kelengkungan bidang permukaan


 



                          i
                                         r’     P
 

                        n                      n’


 


            Bila didepan sebuah bidang sferik yang tebal atau daap dianggap sebuah lensa yang tebal dan jari-jari kelengkungan permukaannya R ditempatkan sebuah benda, maka didalam medium kelengkungan tersebut akan kita dapatkan bayangan benda yang memenuhi persamaan :
                                                                    (1.01)

n        =  indeks bias tempat benda
n’       =  indeks bias lensa tebalnya
R       = jari-jari kelengkungan
S        =  jarak benda ke permukaan lengkungan
S’       =  jarak bayangan ke permukaan kelengkungan
            Telah kita ketahui, bila bendanya berada jauh tak terhingga, atau S = ~ maka bayangan benda akan berada pada titik fokus kelengkungan tersebut, atau S’=f, maka persamaan (1.01) dapat menjadi :
           
                                                                             ( 1.02 )
Bila lensa tebal berada diudara yang mempunyai indeks bias 1 maka n = 1 dan persamaan (1.02) menjadi
                                                                        ( 1.03 )
Lensa Tipis
Apabila lensa tebal mempunyai hanay sebuah permukaan, maka lensa tipis mempunyai dua buah permukaan, yang mempunyai jari-jari kelengkungan  R1 dan R2. Untuk lensa tipis ketebalan lensa dianggap nol atau tidak diperhitungkan.


 
                                    I                          II
                                                                    R1
                                                                       


 
                                    R2



      I   = permukaan pertama
      II =  permukaan kedua
       R1 dan R2 jari-jari kelengkungan masing-masing permukaan.
Persamaan pembentukan bayangan benda
                                                          ( 1.04 )
n        =  indeks bias tempat dan bayangan, atau indeks-bias disekeliling lensa
n’       =  indeks bias lensa
Untuk n = 1(indeks bias udara) maka persamaan (1.04) menjadi
                                               ( 1.05 )
Dan Bila bendanya ada jauh tak hingga S= ~, maka bayangan benda akan berada pada titik fokus lensa atau S’ = f, maka persamaan (1.05) menjadi :
         
         
                                                      ( 1.06 )
f = jarak fokus lensa
Ketentuan :
-          Untuk lensa cembung-cembung (bekonveks) R1 = positif dan R2 negatif.
-          Untuk lensa cekung-cekung (bekonkav) R1 = negative dan R2 positif
-          Atau dapat disebutkan R didsepan lensa negative dan R dibelakang lensa Positif.
1.      Lensa Cembung
          Lensa Cembung adalah lensa yang bagain tegahnya lebih tebal dari pada bagian tepinya. Jenis-jenis lensa cembung seperti di tunjukkan gambar 12


















 




Gambar 12a. Bikonveks    b. plan konveks           c. konkaf konveks      
          Lensa cembung bersifat konvergen, artinya sinar sejajar yang datang ke permukaan lensa dibiaskan menuju satu titik fokus (F). Lensa cembung juga biasa disebut lensa (+).



 
                                                                              Sinar
                        P             F                                     datang
 

Gambar.13 lensa cembung bersifat konvergen
Bagian-bagian lensa cembung

                              R4                 +      R1                    R2              R3


          2F1                   F1                    O               F1                      2F2

                                          f1               f2
    R3            R2                  R1                    R4

          Gambar.14 Bagian-Bagian Lensa
Keterangan lukisan Gambar :
O       = pusat optik
R1        = jari-jari kelengkungan permukaan 1
R2        =  jari-jari kelengkungan permukaan 2
F1       = titik api permukaan 1
F2       =  titik api permukaan 2
f1          =  jarak titik api (fokus) 1   
f2          =  jarak titik api (fokus) 2
R1      =  ruang 1
R2      =  ruang 2
R3        =  ruang 3
R4      =  ruang 4
Pembentukan bayangan oleh lensa cembung
          Lensa cembung mempunyai 2 titik fokus nyata(positif) yang berjarak sama dari titik pusat optic. Untuk menggambar bayangan lensa cembung diperlukan sinar-sinar istemewa sebagai berikut ;


 


                              F                O                 F


                                          Gambar.15.a



 


                                F             O                F        


                                          Gambar. 15.b


 


                                F                O             F        
                             

                                          Gambar.15. c
a.       Berkas sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskan menuju titik api utama (F)
b.      Berkas sinar datang melalui fokus dibiaskan sejajar sumbu utama
c.       Berkas sinar melalui titik pusat optic O tidak dibiaskan melainkan diteruskan.


Dalam menggambar bayangan lensa cembung digukan dua sinar istemewa
                                             +      
 

         
    P                  F                O                     F                 P

Gambar.16 Pembentukan bayangan lensa cembung
Sifat bayangan pada lensa Cembung
Sifat bayangan pada lensa cembung tegantung letak atu jarak benda terhadap lensa. Perhatikan tabel berikut ini !
Letak benda
Sifat bayangan
Letak bayangan
R1
Maya, tegak dan diperbesar
R4
F
Tidak terbentuk bayangan
-
R2
Nyata, terbalik dan diperbesar
R3
P
Nyata, tebalik dan sama besar
R1
R3
Nyata, terbalik dan diperkecil
R2
Jika kita perhatikan letak benda dan letak bayangan, dapat disimpulkan sebagai berikut :
1)      Benda diruang dua R2 sebelah kiri lensa , bayangan ada di ruang tiga R3 sebelah kanan lensa dan sebaliknya.
2)      Apabila ruang benda lebih kecil dari ruang bayangan, bayangan akan diperbesar, dan sebaliknya.

Hubungan antara jarak Benda (s0) , jarak bayangan (si), dan jarak fokus (f) Lensa Cembung.
Hubungan antara jarak Benda (s0) , jarak bayangan (si), dan jarak fokus (f) pada lensa cembung secara matematis dapat ditulis sebagai berikut :
            atau                                         ( 1.07 )
Keterangan :
S0 = jarak benda
Si = jarak bayangan
F = fokus
R = jari-jari kelengkungan cemin
Ada beberapa hal yang perlu diingat mengenai lensa cekung dan lensa cembung diantaranya ialah
Perlu diingat ! untuk lensa cembung
1)      Benda didepan lensa merupakan benda sejati/ nyata, harga s positif
2)      Bayangan dibelakang lensa merupakan bayangan sejati, diyatakan dalam bilangan positif. Untuk bayangan semu (bayangan didepan lens) dinyatakan dalam bilangan negative
3)      Harga f untuk lensa cembung selalu positif.

Perbesaran BAYANGAN
Sedangkan untuk perbesaran bayangan pada lensa cembung maupun lensa cekung secara matematis dituliskan sebagai berikut :


 
                                                                    ( 1.08 )
Keterangan :
M       =  perbesaran bayangan
S0         = jarak benda
Si       = jarak bayangan
      =  tinggi benda
      = tinggi bayangan
Kekuatan Lensa ( P )
                Kekuatan lensa, atau sering juga dikenal atau disebut dengan daya lensa adalah kebalikan dari jarak fokus lensa
                Kekuatan lensa, atau sering juga dikenal atau disebut dengan daya lensa adalah kebalikan dari jarak fokus lensa
                                                ( 1.09 )

f = jarak fokus lensa diudara
P = kekuatan lensa diudara
Bila f bersatuan meter maka P bersatuan dioptri.

  1. PERSIAPAN PERCOBAAN
Setelah seluruh peralatan siap sesuai daftar alat, maka :
    1. Susunlah alat-alat yang diperlukan, dari kiri, sumber cahaya, lensa           f = 100 mm, diagfragma, lensa f = 300 mm, meja optic dan layer.
    2. Sebagai benda digunakan difragma anak panah yang diterangi sumber cahaya.
    3. Sebagai layar penangkap bayangan digunakan meja optic yang diberdirikan.
    4. Memotong kertas sehingga ukurannya kira-kira 2 cm lebih lebar dari meja optic.
    5. Menyisipkan kertas itu kedalam meja optik
Kertas itu akan bertindak sebagai pelapis layar, agar layar berwarna bersih putih.
    1. Atur kesesuaian  sumber cahaya dengan adaptor maupun sumber tegangan lainya.
    2. Sambungkan rel perisisi yang satu dengan rel perisisi yang lain, agar diperoleh rel yang lebih panjang.



  1. PROSEDUR EKSPERIMEN
a.       Mengaturlah jarak sumber cahaya ke lensa f=100 sama dengan 10 cm. nyalakan sumber cahaya untuk menerangi objek ( anak panah ).
b.      Meletakkan meja optik (layar) di ujung kanan rel.
c.       Mengeser-geser lensa f= 300 mm kekiri atau kekanan, sehingga di layar terbentuk anak panah yang tajam. Bayangan dapat ditangkap di layar disebut bayangan nyata.
d.      Mengamati arah bayangan itu. Membandingkan dengan arah benda. Mengambarkan bayangan itu pada tabel kolom hasil pengamatan. Mengukur bayangannya sama, lebih kecil atau lebih besar ?
e.       Menetapkan jarak benda seperti dinyatakan pada tabel 2 dibawah ini. Mencari bayangannya dengan menggeser-geser layar, kalau-kalau ada bayangan nyata, mencari bayangan dengan melihat kedalam lensa dari arah belakang lensa, kalau-kalau bayangannya maya. Mencatat hasilnya pada tabel 2.












  1. HASIL PENGAMATAN
Menempelkan data yang berupa garis-garis sinar datang dan sinar bias oleh lensa pada tempat di bawah ini.
Bentuk Benda
Bentuk Bayangan





 









 






Jarak benda
Jarak bayangan
Sifat Bayangan
Kurang dari f
-0,1 cm
Maya, tegak, diperbesar
Sama dengan f
~
Tak terbentuk bayangan / tak terhingga
Antara f dan 2f
22 cm
Nyata, terbalik, diperbesar
Sama dengan 2f
20,5 cm
Nyata, terbalik, sama besar
Lebih dari 2f
39,5 cm
Nyata, terbalik, diperkecil





  1. Kesimpulan
Sifat bayangan pada lensa cembung tegantung letak atu jarak benda terhadap lensa. Perhatikan tabel berikut ini !
Letak benda
Sifat bayangan
Letak bayangan
R1
Maya, tegak dan diperbesar
R4
F
Tidak terbentuk bayangan
-
R2
Nyata, terbalik dan diperbesar
R3
P
Nyata, tebalik dan sama besar
R1
R3
Nyata, terbalik dan diperkecil
R2

Letak benda R1


 



                   P                     F                                             F                     P
 


Letak bayangan di F


 



                        P                      F                                              F                      P



Letak bayangan di R2




                                 P                       F                                              F                      P           










Letak Bayangan di P



 




                     P                       F                                             F                       P






Letak bayangan di R3



 




                         P                       F                                              F                     P                 P                           F                                   F                           Ptang dan sinar bias oleh lensa pada tempat di bawah ini.
kedalam lensa cembung